4 Air Terjun Terbaik Yang Wajib kalian Kunjungi Di Masa Pandemi 2021

www.ffaire.com4 Air Terjun Terbaik Yang Wajib kalian Kunjungi Di Masa Pandemi 2021. Ketika kita bicara tentang wisata, Akan ada banyak sekali opsi yang bisa kita pilih. Mulai dari hacking, pantai, tempat dengan pesona alam terbuka yang indah sampai hal hal yang berbau judi pun akan masuk dalam daftar beberapa orang. Dengan dalil melepas penat dari kesibukan sehari hari.

Wisata juga bisa menambah wawasan kita guys, dari daerah nya, iklim, serta budaya orang setempat tempat wisata itu berada. nah kali ini gue bakal sajikan wisata air terjun terbaik yang ada di indonesia. Yap pastinya gak bakal kalah sama yang ada di luar negeri sono lah. Skuy kita simak ada air terjun apa aja dan dimana saja.

  1. Air terjun Dua Warna, Sibolangit – Sumut

Air terjun dua warna merupakan objek wisata yang terletak di Kabupaten Del Serdang. Keunikan air terjun dengan dua warna ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Air terjun hasil letusan Gunung Sibayak ini tingginya sekitar 75 meter. Seperti namanya, air terjun ini memiliki 2 warna yaitu biru muda dan abu-abu putih. Selain keunikan air terjun, pemandangan di sekitar air terjun juga indah. Pantas saja tempat ini menarik banyak wisatawan ke sini.

Biaya masuk ke air terjun dua warna

Pengunjung harus membayar untuk memasuki kawasan air terjun. Harganya pun cukup terjangkau, sebanding dengan view air terjun. Pengunjung juga bisa menyewa pemandu untuk menemani wisata air terjun. Tentunya, biaya tambahan akan dikenakan untuk layanan pemandu wisata.

Jam operasional

Wisatawan yang ingin berkunjung kesini bisa mulai dari pukul 07.00 setiap harinya. Sebaiknya wisatawan datang pada pagi hari saat cuaca tidak terlalu panas. Wisatawan juga disarankan untuk pergi sebelum gelap. Hal tersebut dikarenakan medan yang sulit dijangkau terutama pada malam hari.

Pesona dan keunikan air terjun dua warna

Air terjun ini selalu menjadi pilihan yang tepat bagi wisatawan. Selain mengagumi pemandangan air terjun yang sangat indah, pengunjung juga bisa mencuci mata dengan pemandangan alam di sekitar air terjun.

Baca Juga: 22 Destinasi Tempat Wisata di Pandeglang Terbaru & Terhits Dikunjungi

Air terjun dua warna Sibolangit merupakan salah satu air terjun yang eksotis. Dalam perjalanan menuju lokasi air terjun, pengunjung juga akan dimanjakan dengan pemandangan yang indah. Keunikan air terjun dengan dua warna berbeda juga menjadi daya tariknya.

Air terjun unik dengan 2 warna berbeda

Jika air terjun biasanya hanya memiliki satu warna, tidak demikian halnya dengan air terjun di Borangit Barat. Ya, sesuai dengan namanya, air terjun ini memiliki 2 warna yang berbeda. Airnya berwarna biru muda dan bersuhu air dingin, sedangkan yang lainnya berwarna putih kelabu dan bersuhu hangat.

Perbedaan unik pada air ini tidak lepas dari proses pembentukan air terjun. Air terjun yang terbentuk dari letusan Gunung Sibayak ini diyakini mengandung belerang yang menyebabkan sebagian air membiru dan terasa dingin. Oleh karena itu, pengunjung disarankan untuk tidak meminum air dari air terjun tersebut.

Keindahan pemandangan hutan hujan tropis

Beberapa air terjun di Indonesia memang sudah menjadi tempat wisata. Biasanya di kawasan air terjun dibangun berbagai fasilitas, termasuk lorong jalan raya untuk memudahkan perjalanan wisatawan. Namun berbeda dengan air terjun lainnya, kawasan air terjun Sibolangit masih tergolong alami.

Letaknya yang berada di tengah hutan hujan tropis dan sulit untuk dimasuki air terjun. Pengunjung harus berjalan kaki melewati hutan untuk menikmati keindahan air terjun. Meski harus berjalan kaki melewati hutan, wisatawan bisa menikmati pemandangan hutan hujan yang eksotis di sepanjang jalan.

Berkemah dan hiking di dua air terjun berwarna-warni

Salah satu pintu masuk ke air terjun dua warna ini ada di Kamp Sibolangit. Wisatawan yang ingin berpetualang di alam bebas bisa menggunakan resor ini sebagai sarana camping dan hiking.

Wisatawan bisa menggunakan tenda untuk bermalam di Bumi Perkemahan Sibolangit. Di hari kedua, pengunjung bisa mendaki di hutan dan menjadikan air terjun sebagai tujuan akhir. Berwisata tanpa lelah sembari hiking akan membawa kembali pemandangan air terjun yang indah.

Selain untuk merencanakan liburan keluarga, acara jenis ini juga cocok untuk acara kantor atau kumpul komunitas. Jangan khawatir tersesat saat hiking, karena pengelola akan memberikan guide yang bisa menemani wisatawan dalam perjalanan hiking.

Akses air terjun

Objek wisata ini bisa Anda masuki dari pintu masuk utama Bumi Perkemahan Sibolangit. Perjalanan itu hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Jalan menuju air terjun sulit untuk dilalui. Pengunjung harus melintasi hutan belantara untuk mencapai lokasi air terjun. Diperlukan waktu sekitar 2 jam untuk mencapai lokasi air terjun.

Lokasi air terjun dua warna

Air terjun dua warna ini terletak di Desa, Sumatera Utara. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung harus berjarak sekitar 53 kilometer dari Kota Medan.

  1. Air terjun Madakaripura, Jawa Timur

Curug Madakaripura merupakan salah satu waterwall yang ada di TNB Tenggewr Semeeru. serta menjadikan nya sebagai waterwaall terbaik di tanah jawa. Air terjun ini tingginya sekitar 200 meter dan juga merupakan air terjun tertinggi kedua di Indonesia.

Air terjun ini disebut juga dengan air terjun abadi. Objek wisata alam yang dibuka sejak tahun 1991. Area air terjun di kaki Gunung Bromo dipercaya sebagai Istana Musim Dingin Gajah Mada.

Harga tiket masuk Air Terjun Madakaripura

Untuk menikmati keindahan air terjun ini, pengunjung akan dikenakan biaya masuk. Harga masuk kawasan tersebut bisa dikatakan cukup terjangkau, dan hanya puluhan ribu rupiah saja sudah cukup.

Harga tiket masuk Air Terjun Madakaripura

  • Tiket domestik biasa  Rp 22.000
  • Tiket domestik asing  Rp 45.000

Jam buka air Terjun Madakaripura

Wisatawan bisa datang ke air terjun tersebut setiap hari. Buka dari pagi hingga sore pada hari kerja dan akhir pekan.

Berbagai aktivitas wisata

Air Terjun Madakaripura berjarak satu jam perjalanan dari kota Probolinggo, sekitar 37 kilometer. Pengelolaan kawasan jelas, dan pengawas mengawasi aktivitas wisatawan.

Meneliti sejarah Madakaripura

Nama Madakaripura berasal dari kata “Mada” yang mengacu pada Gajah Mada. Untuk “Kari” (Kari) berarti peninggalan budaya, sedangkan “Pura” adalah tempat persembahyangan atau meditasi. Air terjun ini juga dianggap sebagai tempat peristirahatan masyarakat Parth dari Kerajaan Majapahit.

Cerita ini didukung dengan adanya patung Gajah Mada yang ada di areal parkir objek wisata ini. Patung itu mulai berjalan menuju lokasi air terjun.

Jalan menuju ke air terjun

Untuk menikmati keindahan Air Terjun Madakaripura, pengunjung harus menjelajahi kawasan hutan terlebih dahulu. Proses ini memakan waktu sekitar 1 jam dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Jalur jalan setapak di lembah berbukit mengikuti jalur trekking di tepi sungai.

Sepanjang perjalanan, wisatawan akan menemani tebing-tebing hijau di kiri kanan sungai. Saat musim hujan, beberapa air terjun kecil muncul dan seolah mengalir di antara tebing. Dianjurkan untuk memakai sandal anti selip karena beberapa bagian sangat licin.

Saat mendekati titik air terjun, lembah tersebut sesempit ngarai, dan pengunjung disarankan untuk mengenakan jas hujan. Karena meski cuaca cerah, di sekitar air terjun terasa seperti hujan. Airnya tidak hanya mengalir dari air terjun utama, tetapi juga dari tepi tebing yang sempit.

Fasilitas

Di dekat pintu masuk utama Air Terjun Madakaripura terdapat area parkir khusus sepeda motor. Ada toilet, kamar mandi, toko souvenir, dan mushola di sekitar kios koran. Toilet di kawasan wisata ini sangat bersih dan berasal langsung dari air terjun.

Di sepanjang jalan banyak terdapat kotak sarang lebah yang dibuat oleh warga sekitar untuk mendapatkan madu yang segar. Madu alami ini banyak dijual di toko-toko dan rumah-rumah di daerah tersebut. Terdapat sebuah warung kecil di depan pintu masuk dimana pengunjung dapat menikmati pemandangan yang indah sambil bersantap.

Dari pintu masuk hingga air terjun utama, kondisinya masih alami. Beberapa penjual menyediakan jas hujan, sandal, dan tur berpemandu.

Rute menuju Air Terjun Madakaripura

Air terjun Madakaripura terletak di perbatasan antara Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan. Wisatawan biasanya lebih suka berkendara di sepanjang jalur Probolinggo karena medan yang lebih mudah dilalui.

Rute dari pusat Kab. Probolinggo juga hanya berjarak 1 jam berkendara. Sedangkan kalau pilih dari Pasuruan, bisa memakan waktu lebih dari 2 jam.

Lokasi Air Terjun Madakaripura

Trip air terjun ini berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

  1. Curug Cikaso, Sukabumi – Jawa Barat

Curug Cikaso adalah salah satu air terjun terindah di Sukabumi, Jawa Barat. Air biru kehijauan itu sejuk dan dikelilingi pepohonan hijau. Keindahannya sangat memikat, bahkan banyak wisatawan yang mengatakan keindahannya mirip dengan lukisan.

Harga tiket Curug Cikaso

Untuk menikmati keindahan alam dan air terjun, wisatawan tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Karena wisatawan hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp15.000. Dan Rp65.000 untuk wisata dengan perahu.

Trek air terjun dan naik perahu

Untuk menuju Curug Cikaso, wisatawan harus mendaki terlebih dahulu. Jarak jalan kaki sekitar satu kilometer.

Baca Juga: Itinerary Wisata Candi-candi di Yogyakarta, Menjelajah Sepanjang 3 Hari 2 Malam

Wisatawan akan menyusuri jalan setapak berbatu dan menikmati pemandangan alam yang sejuk dan asri. Sebelum mencapai air terjun, pengunjung akan melewati persawahan dan kawasan hutan. Saat mendekati lokasi, pengunjung akan mendengar gemuruh air terjun setinggi 80 meter.

Pilihan lainnya adalah wisatawan bisa menyewa perahu untuk menggunakan sungai. Harga sewa tiap Rp 70.000 dan bisa menampung banyak orang. Saat berjalan, turis diasyikan dengan menakjubkan nya alam kawasan hutan tropis dan tebing karang yang menjulang tinggi.

Ikuti Sungai Cikaso

Aktivitas wisata lainnya adalah menyusuri Sungai Cikaso yang mengalir di belakang kolam renang. Pemandangan alam di sekitarnya sejuk dan asri karena dikelilingi pepohonan yang rimbun. Ada banyak bebatuan di tengah sungai.

Aliran air yang sangat jernih membuat dasar sungai mudah dilihat. Sungai ini merupakan tempat terbaik untuk menikmati keindahan air terjun. Karena dari sungai inilah air terjun akan tampak megah dan indah.

Peringatan keselamatan dan mitos Curug Cikaso

Ada kolam besar dan dalam di bawah air terjun yang terbentuk akibat hantaman keras. Beberapa papan peringatan dipasang untuk mencegah wisatawan berenang di bawah air terjun. Karena selain mendalami, saya juga khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak perlu.

Curug Cikaso menyimpan kisah misterius di balik keindahannya yang berkembang menjadi mitos. Dengan kata lain, Nyi Blorong tinggal di Kecamatan Curug Aseupan. Sedangkan Curug Meong adalah kediaman Kakek Santang, dan Curug Aki tinggal di Prabu Siliwangi. Karena cerita misterius ini, pengunjung harus berhati-hati, terutama saat berbicara dan tampil.

Fasilitas

Jika berencana bermain di Curug Cikaso, pengunjung disarankan untuk membawa beberapa pakaian. Fasilitas umum yang cukup tersedia di kawasan wisata ini, seperti toilet dan ruang ganti. Diharapkan setiap pengunjung membawa kantong sampah, karena tidak ada tempat sampah di kawasan ini.

Di sekitar air terjun terdapat beberapa warung yang menjual makanan dan minuman panas. Wisatawan juga bisa beristirahat di warung-warung tersebut. Di dekat kawasan wisata air terjun juga terdapat beberapa toko souvenir. Mereka menjual souvenir seperti kaos oblong dan aksesoris kecil lainnya.

Akses

Aspal hitam mulus memiliki marka jalan yang jelas, dan jalan menuju Curug Cikaso sangat nyaman. Pemandangan hijau di jalan yang berkelok-kelok cukup memberikan kesegaran tersendiri. Jalannya sedikit menurun dan terdapat batuan sekitar 100 meter sebelum memasuki area parkir.

Dari pusat Kota Suka, jarak air terjun ini sekitar 70 kilometer (sekitar 1,5 jam). Pelancong bakal lewat banyak jalan, lalu tiba di daerah puncak genteeng. Lokasi air terjun ini tepat sebelum memasuki kawasan Surade di sisi kiri jalan.

Lokasi Air Terjun Cikaso

Kawasan wisata alam air terjun ini terletak di Desa Ciniti, Sukabumi Chibiton, Jawa Barat 43172, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 3 jam perjalanan dari Kota Sukabumi.

  1. Grojogan Sewu, Karang anyar – Jawa Tengah

Berbicara tentang air terjun, saya langsung teringat akan air yang jatuh dengan suara yang unik. Meski suaranya begitu menggelegar, tapi ajaibnya, itu menenangkan. Begitulah yang dirasakan wisatawan saat tiba di Grojogan Sewu, Tawangmangu, Karanganyar.

Berada di kaki Gunung Lawu, kawasan ini sangat sejuk. Hutan yang mengelilingi kawasan tersebut membuat pemandangan yang begitu indah. Suasana seperti ini tentunya sangat membantu dalam mengurangi kelelahan dalam pekerjaan sehari-hari.

Dalam bahasa Jawa, grojogan artinya air terjun, dan sewu artinya seribu. Disebut Grojogan Sewu karena terlalu banyak air yang jatuh untuk dihitung. Yang lain percaya bahwa ekonomi telah tumbuh ribuan kali lipat karena kecemasan ini.

Wisata perlindungan hutan

Air Terjun Grojogan Sewu merupakan objek wisata cagar alam. Karenanya, tanaman di sini terlindungi dengan baik. Beberapa di antaranya adalah pohon cemara, lereng bukit, pohon beringin, dan Gondang hingga kecil.

Pada saat yang sama, kelompok hewan yang paling banyak ditemukan adalah monyet ekor panjang, tupai dan burung. Sebagai wisata pelestarian alam, hewan-hewan di sini semuanya liar. Pengelola melindungi hewan tersebut dengan membiarkannya berkembang biak secara alami.

Interaksi langsung dengan monyet liar

Bagi wisatawan yang menyukai binatang, Grojogan Sewu merupakan tempat yang ideal untuk dikunjungi. Monyet ekor panjang yang dilindungi di sini sering muncul di sekitar wisatawan. Dengan cara ini pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan monyet.

Interaksi di sini bukan berarti berpegangan dan berfoto selfie. Tapi itu lebih seperti menyapa dari jarak dekat. Karena jika jarak terlalu dekat, monyet akan merampas barang bawaan wisatawan.

Menunggang kuda di Taman Grojogan Sewu

Jika pengunjung merasa berat menaiki tangga untuk masuk, ada pilihan lain. Penyewaan kuda telah mengantisipasi hal ini.

Wahana outbound di Taman Grojogan Sewu

Ketinggian air terjun ini mencapai 81 meter, menjadikan kawasan sekitarnya cocok untuk kegiatan outdoor. Salah satu pintu keluar yang menarik adalah rubah. Hanya dengan membayar Rp. Di 11.000, pengunjung sudah bisa merasakan sensasi meluncur di sungai.

Hanyut juga merupakan alat outbound yang layak untuk dicoba. Itu hanya melayang saja pada hari-hari tertentu. Jadi terkadang itu ada, terkadang tidak ada.

Wisata Makanan Sate Kelinci

Setelah puas mencoba berbagai aktivitas, saatnya bersantai sambil makan. Area relaksasi menawarkan berbagai masakan. Namun, ada satu hidangan yang menjadi simbol daerah tersebut, yaitu sate kelinci.

Fasilitas di Grojogan Sewu

Selain air terjun, ada juga fasilitas yang berhubungan dengan air yaitu kolam renang. Di sini juga banyak warung makan. Ada juga toilet, mushola dan paviliun bagi Anda untuk tinggal sebentar sampai Anda menginap.

Lokasi Grojogan Sewu

Kawasan wisata ini bisa ditempuh dari 2 arah yaitu Solo atau Madiun. Jaraknya sekitar 45 kilometer ke timur dari Solo dan 75 kilometer barat daya dari Madiun. Lokasinya ada di Jl. Raya Tawangmangu, Beji, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, 57792 Jawa Tengah.

Please follow and like us:
YouTube
Pinterest
Instagram