12-letusan-gunung-berapi-terbesar-yang-ada-di-dunia

12 Letusan Gunung Berapi Terbesar Yang Ada di Dunia

12 Letusan Gunung Berapi Terbesar Yang Ada di Dunia – Bencana Gunug Meletus Tentunya Sangat Membahayakan dan sangat bikin kita merinding, Apalagi kita yang tinggal di kaki gunung tersebut. Apalagi Jika sampai menelan korban jiwa, tentunya kita semua tidak mengingkan bencana tersebut sampai menelan korban jiwa ya.

12 Letusan Gunung Berapi Terbesar Yang Ada di Dunia

12-letusan-gunung-berapi-terbesar-yang-ada-di-dunia
Sumber : ikawawi.blogspot.com

www.ffaire.com – Gunung adalah bentuk tanah yang menonjol ke atas di wilayah sekitarnya, Semua gunung memiliki potensi meletus karena di bawahnya terdapat aliran Magma.

Jika sudah meletus akan ada dua kemungkinan, gunung masih aktif atau tidak, Letusan gunung berapi tak pelak menjadi sebuah bencana alam terdahsyat yang pernah dan akan selalu menemani kehidupan manusia.

Berikut, Kami Akan Memberikan Berita Letusan Gunung Berapi Terbesar dan Terdahsya Yang Ada di Dunia

1. Gunung Tambora

Letusan gunung berapi terbesar yang tercatat dalam sejarah dunia adalah Gunung Tambora, sebuah stratovolcano aktif (gunung berapi yang terbentuk berasal dari lapisan alternatif lava dan abu) di pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Ketika meletus bersama dahsyat terhadap April 1815, besar letusan ini masuk ke dalam skala tujuh Volcanic Explosivity Index (VEI), bersama jumlah semburan tefrit sebesar 1,6 × 1011 mtr. kubik.

Karakteristik letusannya membuat terjadinya aliran piroklastik (hasil letusan gunung berapi yang bergerak bersama kecepatan 700 km/jam dan terdiri berasal dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan), korban jiwa, kerusakan tanah dan lahan, tsunami dan runtuhnya kaldera.

Letusan ini juga mempengaruhi iklim global dalam waktu yang lama. Aktivitas berasal dari Gunung Tambora –setelah letusan tersebut– baru berhenti terhadap tanggal 15 Juli 1815.

Peristiwa ini membuat kematian sampai tidak kurang berasal dari 71.000 orang, bersama 11.000—12.000 di antaranya terbunuh secara segera akibat berasal dari letusan tersebut. Suara guruh letusan terdengar di Makassar, Sulawesi (380 km berasal dari Gunung Tambora), Batavia di Jawa –kini Jakarta (1.260 km berasal dari Gunung Tambora), dan Ternate di Maluku (1400 km berasal dari Gunung Tambora).

Pancaran cahaya langit senja berwarna orange kemerahan nampak di dekat ufuk langit London, Inggris pada tanggal 28 Juni dan 2 Juli 1815. Lalu terhadap 3 September dan 7 Oktober 1815, cahaya itu beralih jadi merah muda keunguan.

Tsunami besar menerjang beberapa pantai di Indonesia terhadap 10 April 1815. Tsunami setinggi lebih berasal dari 4 mtr. berlangsung di Sanggar, tsunami setinggi 1–2 mtr. di Besuki (Jawa Timur) dan tsunami setinggi 2 mtr. di Maluku.

Pada musim semi dan musim panas tahun 1816, sebuah kabut kering nampak di timur laut Amerika Serikat. Kabut berikut memerahkan dan mengurangi intensitas cahaya Matahari. Baik angin atau hujan tidak bisa menghalau selubung yang diidentifikasikan sebagai kabut aerosol sulfat stratosfer.

Pada musim panas tahun 1816, negara di Belahan Bumi Utara menderita karena kondisi cuaca yang berubah, disebut sebagai “Tahun Tanpa Musim Panas”. Temperatur normal dunia berkurang lebih kurang 0,4-0,7 derajat Celcius dan membuat persoalan di sektor pertanian dunia.

Pada tanggal 4 Juni 1816, cuaca dingin dilaporkan melanda Connecticut, Amerika Serikat, dan dan terhadap hari berikutnya, nyaris semua New England diselimuti oleh suhu dingin ekstrem. Pada 6 Juni 1816, salju turun di Albany, New York, dan Dennysville, Maine.

Kondisi itu membuat gagal panen di Amerika Utara dan Kanada. Salju setebal 30 cm berlangsung di dekat Kota Quebec berasal dari tanggal 6 sampai 10 Juni 1816. Inilah krisis pangan terparah Abad ke-19.

Sementara itu, letusan kecil Gunung Tambora berlangsung terhadap tahun 1880 dan 1967. Aktivitas seismik terdeteksi terhadap tahun 2011, 2012 dan 2013.

2. Gunung Krakatau

Setelah 200 th. “tidur”, Gunung Krakatau yang berada di pada Pulau Sumatra dan Jawa ini bergeliat. Pada hari Senin, 27 Agustus 1883, pas jam 10.20, gunung ini meletus.

Menurut Simon Winchester, pakar geologi lulusan Oxford University di Inggris menyebutkan bahwa letusan Gunung Krakatau mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar didalam histori moderen –bersamaan dengan Gunung Tambora. Suara ledakan terdengar hingga 4.600 km dari gunung dan lebih-lebih bisa didengar oleh 1/8 penduduk Bumi waktu itu.

Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik hingga ke Singapura. Benda-benda yang berhamburan ke hawa itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera lebih-lebih hingga ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru menurut situs Volcano World milik Oregon State University.

Tercatat kuantitas korban tewas mencapai 36.417 orang, berasal dari 295 kampung kawasan pantai merasa dari Merak di Kota Cilegon hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan (Ujung Kulon serta Sumatera Bagian selatan.

Tsunami setinggi 40 meter pun muncul, menghancurkan desa-desa dan segala sesuatunya yang berada di pesisir pantai. Gelombang laut ini timbul bukan cuma karena letusan Gunung Krakatau, tetapi juga longsoran bawah laut.

Di Ujungkulon, tsunami menyapu daratan hingga 15 km ke arah barat. Keesokan harinya hingga lebih dari satu hari kemudian, penduduk Jakarta dan Lampung pedalaman tidak bisa memandang Matahari. Gelombang tsunami yang ditimbulkan lebih-lebih merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu kilometer dari Selat Sunda.

Sementara itu, debu yang tersisa di atmosfer membatasi cahaya Matahari dan sedikit turunkan suhu global, juga di New York, Amerika Serikat.

3. Gunung Vesuvius

Letusan Gunung Vesuvius yang menghancurkan kota Pompeii di Italia adalah salah satu letusan gunung berapi paling hebat sepanjang peristiwa manusia. Seperti dicatat di dalam laman History, Gunung Vesuvius udah meletus 50 kali dan letusan paling dahsyat berlangsung terhadap tahun 79 Masehi.

Kota bersejarah Pompeii udah tertutup oleh lahar panas berasal dari gunung tersebut. Kegelapan menyelimuti kota itu hingga di dalam kurun saat yang sangat lama. Dengan abu panas beracun yang bergerak bersama kecepatan 140 km per jam, dapat mengakibatkan siapa saja terkubur hidup-hidup tanpa sanggup selamat.

Akibat letusan tersebut, kota Pompeii terkubur di dalam abu vulkanik dan sektar 16.000 orang tewas. Selama ratusan tahun, Pompeii dan kota-kota kecil di sekitarnya udah jadi kota yang ditinggalkan dan cuma menyisakan kenangan.

4. Gunung Pelee

Gunung Pelee merupakan gunung berapi semi aktif yang berada di pesisir utara Pulau Martinique, Prancis. Gunung bersama dengan ketinggian 1.379 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menjadi tenar karena meletus bersama dengan dahsyat pada Mei 1902.

Sebelum meletus, sejumlah “peringatan alam” muncul, di antaranya serangga-serangga dan gerombolan ular keluar berasal dari sarangnya di kaki gunung. Hewan-hewan ini mulai menyerbu kota, menurut Earth Magazine.

Selain itu, para pendaki mencatat ada kemunculan gas sulfur yang mengepul berasal dari kawah gunung. Namun hal ini diakui sebagai fenomena alam yang biasa, karena memang sering terjadi.

Para 23 April, Gunung Pelee mulai menampakkan kesibukan yang lebih intens. Warga kira-kira mulai merasakan getaran berasal dari bawah tanah. Dua hari setelahnya, Gunung Pelee memuntahkan material vulkaniknya, layaknya bebatuan dan asap pekat.

Keesokan harinya, wilayah gunung mulai diselubungi asap vulkanis, tetapi penduduk masih saja tak menganggap hal ini sebagai sebuah pertanda. Pemerintah termasuk menegaskan bahwa tidak bakal berjalan apa-apa bersama dengan gunung tersebut, agar warga mampu melanjutkan kesibukan mereka.

Memasuki bulan Mei, kesibukan Gunung Pelee mulai meningkat. Muncul lebih dari satu kali dentuman keras yang terdengar hingga puluhan kilometer, disusul gempa Bumi berskala kecil dan asap pekat yang membumbung tinggi ke hawa hingga menutupi hampir lebih dari satu besar wilayah.

Binatang-binatang liar mulai mati kelaparan dan kehausan, karena sumber air dan makanan mereka terkontaminasi abu vulkanik.

Sehari sebelum kejadian, tepatnya kira-kira pukul 04.00 sementara setempat, Gunung Pelee semakin parah. Puncaknya, pada 8 Mei 1902, gunung ini kelanjutannya meletus bersama dengan hebat.

Ledakan raksasa berikut membuahkan awan hitam, lahar panas dan bebatuan besar yang mengubur kota Saint Pierre, hanya dalam lebih dari satu menit. Sebanyak 30.000 orang dilaporkan meninggal, lebih dari satu besar karena mati lemas dan terbakar akibat terkena letusan.

Delapan belas kapal yang sedang berlabuh di dermaga termasuk ikut hancur, beserta bersama dengan kru yang berada di dalamnya.

Karena pengetahuan warga dan pemerintah yang terbatas sementara itu, tidak ada satu pun orang yang menyarankan agar orang-orang dievakuasi. Hanya lebih dari satu kecil penduduk yang mengungsi ke perkotaan.

5. Gunung Nevado del Ruiz

Gunung Nevado del Ruiz adalah sebuah stratovolcano yang terdapat di Armero, Kolombia, sekaligus menjadi yang tertinggi dan berada di paling utara negara tersebut.

Setahun sebelum kejadian, aktivitas gunung berapi ini telah dicatat oleh para pakar dari seluruh dunia. Ahli geologi pun sempat berkunjung ke Kolombia untuk mengamati Gunung Nevando del Ruiz.

Kala itu, para ilmuan yakin bahwa dapat ada letusan dahsyat yang dapat terjadi. Warga yang bermukim pun telah diperingatkan. Mereka diminta untuk mengevakuasi diri secepat mungkin.

Namun sayang, ajakan dan imbauan peneliti diabaikan oleh warga yang bermukim di kaki gunung.

Pada tanggal 13 November 1985 sore, letusan tengah sempat terjadi. Kepulan asap pun keluar di udara. Tetapi menandakan alam ini tetap dihiraukan oleh masyarakat setempat.

Hingga akhirnya terhadap tanggal 14 November 1985, sebuah letusan berkekuatan berkali-kali lipat muncul. Lava menjadi mengalir keluar dari kawah, mencairkan es glasial yang memutari Gunung Nevando del Ruiz.

Tak cuma itu, letusan terhadap Gunung Nevando del Ruiz juga sebabkan tanah longsor. Akibatnya, sebanyak lebih dari 25.000 orang tewas. Sebagian besar Armero terkubur abu vulkanik dan lumpur.

Letusan hari itu adalah yang paling mematikan nomer dua di selama Abad ke-20 sehabis erupsi Gunung Pelee.

6. Gunung Unzen

Gunung Unzen meletus pada 21 Mei 1792. Letusan gunung yang berada di sebelah barat Pulau Kyushu, Jepang ini menyebabkan sejumlah tanah longsing gawat dan gelombang tsunami besar. Jumlah korban tewas akibat bencana selanjutnya diperkirakan kurang lebih 14.000 orang.

Gunung Unzen sebenarnya terdiri berasal dari sekelompok gunung berapi stratovolcano yang terdapat di Semenanjung Shimabara. Menjelang akhir 1791, serangkaian gempa berlangsung di sisi barat Gunung Unzen, yang secara bertahap bergerak menuju Fugen-dake (salah satu puncak Gunung Unzen).

Pada Februari 1792, Fugen-dake menjadi meletus, menyebabkan aliran lava yang berlanjut sepanjang dua bulan. Sementara itu, gempa Bumi terus berlanjut, berubah lebih dekat ke kota Shimabara.

Pada 21 Mei malam, dua gempa Bumi dahsyat terjadi, diikuti runtuhnya sisi timur Gunung Unzen yang menyebabkan tanah longsor dan menyapu Kota Shimabara ke Teluk Ariake. Bencana ini menyebabkan tsunami besar, gelombang setinggi 10-20 mtr. muncul.

Sebanyak 14.300 orang dilaporkan tewas tertimbun tanah longsor dan tersapu gelombang tsunami.

7. Gunung Kelud

Gunung berapi di Indonesia ini tetap aktif dan memiliki histori letusan yang amat besar. Letusan pada 1586 menyebabkan 10.000 orang meninggal dunia. Sementara letusan pada 1919 menelan korban meninggal 5.000 orang.

8. Gunung Laki

Gunung di Islandia ini meletus pada 1783. Memuntahkan 120 juta ton gas dan menewaskan 20 prosen populasi Islandia atau sekitar 9.350 orang gara-gara kelaparan.

Letusan yang mengeluarkan belerang itu terhitung berdampak international gara-gara menyebabkan Eropa mengalami gagal panen, kekeringan di India terhitung kelaparan di Jepang dan Mesir.

Bahkan sejarawan menyebut, erupsi Gunung berapi Laki terhitung menyebabkan Revolusi Prancis. Alasannya, kelaparan jadi isu utama yang diprotes warga pada penguasa Prancis saat itu.

9. Gunung Huaynaputina (Peru)

Walaupun disebut gunung, mountain Huaynaputina tidak mempunyai kaki maupun badan gunung.

Yang ada hanya kawah pusat ledakan.

Ledakan Gunung Huaynaputina terhebat terjadi pada 19 Februari 1600.

Akibat letusan itu beberapa desa di sekitar hancur.

dan Bahkan abu hasil letusan terbang menyebar sejauh 250-500 km.

Volcanic Explosivity Index mencatat skala letusan Huaynaputina mencapai angka 6 yang berarti parah.

Letusan gunung itu menjadi yang terbesar di wilayah Amerika Selatan.

10. Gunung St.Helens (Amerika Serikat)

Masyarakat Amerika Serikat pernah dilanda kecemasan saat gunung berapi St.Helens meletus.

St.Helens, dimana gunung yang berada di barisan pegunungan Cacscade, dahulu dikenal dengan nama Louwala-Clough.

Pada 18 Mei 1980 St.Helens menunjukkan amukannya.

Gunung itu meletus dan mengakibatkan 57 orang tewas.

Abunya menyelimuti hampir seluruh wilayah Amerika dan menyebabkan aktivitas ekonomi negara itu berhenti total

Sampai sekarang gunung ini masih aktif, menunggu untuk meletus lagi.

11. Gunung Pinatubo (Filipina)

Gunung Pinatubo adalah gunung berapi yang benar-benar tenar di Filipina. USGS di dalam lamannya mencatat bahwa gunung berapi tersebut dulu meletus bersama dahsyat pada 15 Juni 1991 selanjutnya di sebuah desa di Filipina.

Satu tahun sebelum letusan hebat tersebut terjadi, ada sebuah gempa berkekuatan 7,8 SR yang terjadi di 100 km timur laut Gunung Pinatubo. Tahun itu tampaknya menjadi tahun yang lumayan dikhawatirkan masyarakat lokal. Pasalnya, sudah 500 tahun Gunung Pinatubo tidak meletus.

Pada April 1991, terdapat ribuan gempa yang terjadi pas di bawah kawasan Pinatubo, di mana gempa ini pengaruhi naiknya magma ke permukaan setinggi 32 kilometer. Puncaknya terjadi pada bulan Juni, di mana Gunung Pinatubo meletus dan mengeluarkan puluhan ribu ton gas sulfur dioksida.

Di bulan yang sama, jutaan meter kubik magma meledak di dalam sebuah letusan dahsyat semenjak letusan Pinatubo 500 tahun silam. Awan abu yang dilontarkan mencapai 35 kilometer ke udara, sebabkan abu terhitung tertiup angin sampai Samudra Hindia.

Sebanyak 20 juta ton sulfur terlontar ke udara bebas, sebabkan desa di sekitarnya hancur dan tak dapat ditinggali di dalam jangka sementara lama. Untungnya bencana ini dapat diprediksi oleh ahli geologi dari pangkalan perang Amerika sebelumnya, supaya dapat meminimalkan korban jiwa.

12. Gunung Toba (Indonesia)

Gunung Toba yang sekarang menjadi danau

Kalian tak salah baca, benar gunung Toba yang sekarang menjadi danau Toba.

Gunung Toba merupakan Gunung Api Raksasa (Supervolcano).

Gunung Toba meletus 74.000 tahun lalu.

Letusannya bahkan tidak ada yang menandingi dan menyebabkan kekacauan iklim.

Hampir 90 persen kehidupan di bumi kala itu musnah, termasuk hampir menamatkan umat manusia.

Abu vulkanisnya menutupi semua permukaan udara muka bumi.

Disertai awan panas, tsunami hingga udara beracun selama bertahun-tahun.

Material hasil letusan gunung ini menyebar ke seluruh dunia sampai ke ujung bumi sekalipun.

Sekarang sisa hasil letusan gunungnya menjadi danau Toba dan pulau Samosir merupakan pusat letusan gunung ini dahulu.

Belum bisa dipastikan apakah Toba akan meletus lagi, jika ya maka malapetaka terbesar dalam sejarah umat manusia akan terulang.

Itulah sedikit infomasi Berita Gunung Meletus Terbesar di Dunia

Please follow and like us:
YouTube
Pinterest
Instagram